Dilansir dari laman Tekno, ada dua perwakilan Indonesia di 3rd Generation Partnership Project (3GPP) yang justru tidak membenarkan kabar membanggakan tersebut. Dr. Basuki Priyanto dan Dr. Eko Onggosanusi memberikan penjelasan mengenai hal ini.
Menurut kedua tokoh tersebut, standar 4G LTE sesungguhnya dibuat dan dirumuskan bersama oleh para anggota 3GPP. Sedangkan Khoirul merupakan penemu dan pemegang paten teknologi pemancar yang menggunakan konsep dua FFT.
Jadi secara singkat, Basuki dan Eko menampik berita bahwa Khoirul adalah penemu teknologi 4G LTE. "Jadi, seorang penemu skema FFT yang berbeda dari sebelumnya tak bisa mengklaim bahwa penemuannya telah atau akan diapakai untuk LTE," ujar Basuki dan Eko.
Basuki dan Eko juga menyatakan bahwa tak mungkin seseorang atau bahkan satu institusi bisa mengklaim telah menemukan 4G LTE. Khoirul pun telah menampik kabar dirinya sebagai penemu teknologi ini. Ia menuliskan pernyataan itu dalam blog pribadi yang diunggah 24 Desember 2014 lalu.
"Di dalam buku PABXII (Penghargaan Achmad Bakrie) saya tidak menulis sebagai penemu 4G LTE," tulis Khoirul. "Karena 4G LTE sendiri seharusnya memang tak ditemukan, melainkan disepakati. Forumlah yang menyepakati teknik tertentu untuk dipakai atau tidak dipakai dalam sebuah standar."
sumber: wowkeren.com

0 Response to "Penemu Teknologi 4G LTE Adalah Orang Indonesia, benar tidak??"
Post a Comment