Sejarah
Kipas angin dahulu dibuat untuk mengatasi udara panas yang kerap mengisi seluruh ruangan, terutama di musim panas. Kipas angin yang pertama kali ditemukan adalah kipas angin yang berdiri di lantai. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, kipas angin model ini kurang dapat menyejukkan ruangan karena keterbataan jangkauannya, terlebih untuk ruangan yang berukuran besar. Hingga, pada tahun 1860, Philip Diehl menciptakan sebuah model kipas angin yang lebih modern dan dipasang di langit-langit.
Perubahan demi perubahan terus dilakukan hingga kini untuk mencapai desain kipas angin yang diinginkan. Dan hasilnya bisa kita lihat sekarang ini, dimana kipas angin telah diciptakan dengan berbagai model, ukuran, dan warna untuk menyesuaikan kebutuhan penggunanya.
Berbagai Varian, Tipe, dan Model
Kipas angin yang tergantung di langit-langit tak hanya berfungsi untuk menyejukkan ruangan. Lebih dari itu, kipas angin dapat menjadi salah satu elemen dekoratif di dalam sebuah ruangan. Dengan berbagai macam kipas angin yang telah tersedia di pasaran, bukan tidak mungkin Anda bisa memasukkan kipas angin menjadi bagian dari dekorasi ruangan Anda. Anda bisa bereksperimen dengan memilih baling-baling kipas angin yang berwarna-warni. Sehingga, ketika kipas angin itu berputar, maka akan tercipta sebuah tampilan yang penuh warna daalm ruangan.
Kipas angin model ini akan sangat sesuai untuk Anda terapkan pada ruangan atau kamar anak. Anda bisa memilih baling-baling kipas angin yang mempunyai warna cerah seperti biru, merah, atau kuning, dan pasang di ruangan yang ingin Anda beri sentuhan warna.
Ukuran
Kita tahu bahwa ada berbagai macam ukuran kipas angin, mulai dari yang berukran kecil, sedang, besar, hingga sangat besar. Yang pasti, semakin besar ukuran kipas angin, maka akan semakin besar udara yang digerakkan. Hal ini akan lebih menciptakan kesejukkan di dalam ruangan tersebut. Namun, ukuran kipas angin yang terlalu besar tentu juga tak baik. Karena, kita perlu menyesuaikan kipas angin dengan luas ruangan.
Jangan lupa, kita juga harus memperhitungkan seberapa banyak jumlah orang yang akan berada di ruangan tersebut setiap harinya. Hal ini perlu dipertimbangkan agar kita bisa memilih kipas angin dengan ukuran proporsional dan energinya tak akan terbuang sia-sia.
Lokasi pemasangan
Lokasi pemasangan juga berperan dalam menentukan keefektifan penggunaan kipas angin tersebut. Bila ukuran ruangan tergolong kecil, maka Anda cukup menempatkan satu kipas angin berukuran sedang yang dipasang di tengah langit-langit. Tetapi, bila ruangan cukup lebar, maka pertimbangkan untuk memasang lebih dari satu kipas angin dan tempatkan secara proporsional, dan bukan di tengah langit-langit.
Berikut ini adalah tips cara merawat kipas angin:
- Bersihkanlah Kawat pengaman pada kipas angin dari debu yang menempel,usahakan membersihkannya setiap 2 minggu sekali.
- Bersihkanlah baling-baling kipas dari debu yang menempel,usahakan pada saat memberishkan baling-baling kipas ini harus sangat bersih,agar kipas dapat berputar dengan sempurna. Lakukanlah setiap 2 minggu sekali.
- Untuk selanjutnya bagian pembersihan dan pelumasan poros kipas. Pada bagian ini kita harus rajin” membersihkan nya,karena pada bagian ini sebagai pusat kinerja putaran baling-baling pada kipas. Pada pembersihan bagian ini kita siapkan kuas berukuran kecil untuk membersihkan bagian-bagian yang sulit dibersihkan. Setelah kita bersihkan lalu kita lumasi poros kipas dengan pelumas (contoh: WD-40) . Pada bagian pembersihan dan pelumasan bagian ini kita dapat melakukannya setiap 1 bulan sekali.
- Selanjutnya bagian pengecekan dan pelumasan bagian motor listrik dari kipas angin tersebut. Untuk pengecekan bagian mtor listrik ini kita dapat menggunakan avometer untuk mengecek tegangan,hambatan dan daya (sesuai standarisasi pada lebel/stiker yang ada pada kipas) yang dihasilkan pada motor kipas tersebut. Lalu untuk bagian pelumasan motor pada kipas kita dapat melalukannya setelah kita membuka body pengaman motor kipas tersebut, setelah kipas membuka body pengaman lalu kita lumasi bagian motor kipas menggunakan pelumas (contoh : WD-40). Setelah melakukan pelumasan lalu kita pasang kembali body pengaman motor pada kipas kembali. Pada bagaian ini kita dapat melakukan setiap 1 bulan sekali.
- Lalu untuk bagian perawatan terakhir adalah bagian ngecekan saklar dan kabel-kabel pada kipas. Saklar pada kipas ini berfungsi sebagai pemutus dan penyambung arus listrik yang mengalir pada kabel supplay PLN ke motor listrik. Apabila saklar pada pada kipas sudah tidak berfungsi maka kipas tesebut tidak dapat dinyalakan maupun dimatikan (Bisa gerah euy,maklum ga punya AC,..heheheheh). Pada bagian pengecekan kabel dan saklar ini dapat kita lakukan pada jangka panjang,setiap 3 bulan sekali.
Sekian artikel saya mengenai perawatan terhadap kipas angin

0 Response to "Cara Merawat Kipas Angin "
Post a Comment